Home

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya selenggarakan Seminar Lokakarya Kebangsaan dengan tema Meneguhkan Negara Pancasila Merawat Kebhinekaan, Menyongsong 100 tahun Indonesia Merdekayang bertempat di Gedung Graha Wiyata lt. 9,  pada Jumat (23/03).

Seminar lokakarya ini menghadirkan dua Narasumber yaitu: Rektor UNTAG Surabaya, Dr. Mulyanto Nugroho, MM, CMA, CPAI dan budayawan, Nunik Silalahi, SS, M.Pd. Seminar tersebut juga menghadirkan Keynote Speaker, J. Subekti, SH, MM selaku Sekretaris Yayasan Perguruan 17 Agustus  1945 Surabaya (YPTA).

Dalam mengawali seminar lokakarya tersebut J. Subekti, SH, MM selaku keynote speaker menyatakan bahwa kita beruntung memiliki Pancasila yang menolak konflik yang ada. “Kita harus merawat kebhinnekaan untuk mempertahankan Bhinneka Tunggal Ika, semboyan yang tertulis dalam pita putih yang tercengkram. Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrawa. Terpecahlah itu, satu jualah itu. Marilah menjadi orang Indonesia yang menjunjung tinggi Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Mari bersatu sebagai bangsa Indonesia. Kejayaan Indonesia bisa dicapai apabila masyarakat Indonesia bersatu padu dengan agama dan kebudayaan masing-masing,” tukasnya.

Seminar kebangsaan ini terselenggara atas dasar banyaknya radikalisme yang berusaha mennggerogoti nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Menurut pandangan budayawan, Nunik Silalahi, SS, M.Pd, segala aspek kehidupan berkaitan dengan kebudayaan yang berkembang secara dinamis dan cepat. Kebudayaan merupakan sebuah identitas yang berbeda-beda tetapi bersatu dalam Bhinneka Tunggal Ika. “Globalisasi menyebabkan perubahan budaya, salah satunya konsumerisme dan menjadikan kita mau tidak mau kita harus akui terjajah oleh teknologi. Pengaruh budaya tidak terfilter dan mudah ditiru. Itulah yang dianggap penjajahan karena dengan meniru kebudayaan negara lain berarti kita terjajah,” jelas Nunik. “Jangan mencari kesalahan, cari solusi! Duduklah bersama, jangan bertengkar. Kita manusia yang merdeka”, tambah Nunik dalam mengakiri pemaparannya.

Selain itu, Rektor UNTAG Surabaya, Dr. Mulyanto Nugroho, MM, CMA, CPAI juga menyampaikan materi Penguatan Nasionalisme melalui penguatan nilai-nilai Pancasila. Menurut Mulyanto kita butuh 3T yaitu Tekun, Teken, Tekan yang berarti kita harus mempunyai mempunyai integritas, pedoman dan harus bisa mencapai tujuan. “Bhinneka Tunggal Ika adalah harga mati. Kita harus punya integritas. Andaikata kita tidak punya pedoman, susah untuk menyatukan permasalahan bangsa saat ini,” tutupnya.


Informasi :
FAKULTAS SASTRA
UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 SURABAYA
Jl. Semolowaru no. 45 Surabaya
Telp. 031-5921516 ; email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

GUEST ONLINE

We have 46 guests and no members online

Articles View Hits
191440